Thursday, June 4, 2026

Artis Skidipapap dengan Sopirnya: Teror Penumpang Tengah Malam




Malam itu hujan turun deras membasahi jalanan menuju sebuah vila tua di kawasan pegunungan. Seorang artis terkenal bernama Maya baru saja selesai syuting. Karena lelah, ia meminta sopir pribadinya, Arman, untuk mengantarnya pulang melalui jalur alternatif yang lebih sepi.

Hubungan mereka sebenarnya sudah menjadi rahasia yang disembunyikan rapat-rapat. Banyak gosip beredar bahwa keduanya memiliki hubungan terlarang, tetapi tak pernah ada bukti yang menguatkan.

Mobil melaju perlahan menembus kabut tebal.

"Pak Arman, kenapa jalannya gelap sekali?" tanya Maya sambil menatap keluar jendela.

"Memang begini jalur gunung, Bu. Sebentar lagi sampai."

Beberapa menit kemudian, lampu mobil berkedip-kedip. Mesin tiba-tiba mati di tengah jalan yang sepi.

Arman turun untuk memeriksa mesin.

Saat itulah Maya melihat sesuatu di kaca spion.

Seorang wanita berambut panjang duduk di kursi belakang.

Maya langsung menoleh.

Kosong.

Ia menghela napas panjang dan menganggap dirinya hanya kelelahan.

Namun ketika melihat spion lagi, sosok itu muncul kembali. Kali ini wajahnya pucat dengan mata hitam pekat.

"Pak Arman!" teriak Maya.

Arman masuk kembali ke mobil.

"Ada apa?"

"Tadi ada orang di belakang!"

Arman menoleh.

Tak ada siapa-siapa.

Mereka melanjutkan perjalanan dengan perasaan tidak tenang.

Semakin jauh memasuki hutan, suara perempuan menangis mulai terdengar dari luar mobil.

Awalnya pelan.

Lalu semakin keras.

Tangisan itu seolah mengikuti kendaraan mereka.

Tiba-tiba radio mobil menyala sendiri.

Sebuah suara serak terdengar:

"Kalian masih ingat aku?"

Arman langsung mematikan radio.

Tetapi suara itu tetap terdengar.

"Kalian masih ingat aku?"

Maya mulai gemetar.

Arman memacu mobil lebih cepat.

Namun di depan mereka muncul seorang perempuan berbaju putih berdiri di tengah jalan.

Arman menginjak rem mendadak.

Mobil berhenti hanya beberapa meter dari sosok tersebut.

Ketika lampu sorot mengenai wajahnya, Maya menjerit.

Perempuan itu memiliki wajah yang sangat dikenalnya.

Itu adalah wajah seorang penggemar yang pernah meninggal bertahun-tahun lalu akibat kecelakaan saat mengejar mobil Maya.

Kasus itu sempat menjadi berita besar sebelum akhirnya dilupakan.

Sosok perempuan itu tersenyum.

Lalu perlahan menunjuk ke arah kursi belakang.

Maya dan Arman menoleh bersamaan.

Kini kursi belakang tidak kosong.

Ada tiga sosok perempuan duduk berjejer dengan wajah pucat dan mata merah menyala.

Mobil berguncang hebat.

Mesin mati total.

Kabut menutupi seluruh jalan.

Suara tangisan berubah menjadi tawa mengerikan.

Satu per satu sosok di belakang mendekat tanpa berjalan.

Tubuh mereka melayang.

Maya menutup mata sambil menangis.

Ketika ia membuka mata kembali, hari sudah pagi.

Mobil berada di pinggir jurang.

Arman pingsan di kursi kemudi.

Yang membuat Maya ketakutan, seluruh kaca mobil dipenuhi tulisan tangan berwarna merah:

"Rahasia kalian mungkin bisa disembunyikan dari manusia... tapi tidak dari penghuni jalan ini."

Sejak malam itu, Maya berhenti menggunakan jalur pegunungan tersebut.

Namun menurut beberapa penjaga vila, hingga sekarang masih sering terlihat sebuah mobil hitam melintas tengah malam.

Di kursi belakangnya selalu ada tiga penumpang perempuan berwajah pucat.

Dan dari dalam mobil terdengar suara tawa yang membuat bulu kuduk berdiri.