Malam itu hujan turun tanpa suara.
Anehnya, bukan karena hujannya pelan. Justru deras. Namun setiap tetes yang menyentuh tanah seolah menghilang sebelum menghasilkan bunyi.
Di sebuah desa terpencil di lereng pegunungan, beredar cerita tentang sebuah tempat yang disebut Area 404.
Nama itu bukan berasal dari peta.
Bukan pula dari pemerintah.
Nama itu muncul karena setiap orang yang mencoba mencari lokasi tersebut selalu menemukan satu hal yang sama: jejak yang hilang.
Seolah-olah tempat itu tidak pernah ada.
"Error 404: Not Found."
Begitulah kata seorang mahasiswa teknik yang pertama kali menyebarkan istilah itu setelah GPS-nya mati tepat saat memasuki kawasan tersebut.
Awalnya orang menganggap itu hanya gangguan sinyal.
Namun kejadian serupa terus berulang.
Kompas berputar sendiri.
Jam digital berhenti.
Baterai ponsel tiba-tiba habis.
Dan yang paling aneh, semua foto yang diambil di sana berubah menjadi hitam.
Tahun 2018, seorang pemburu konten misteri bernama Raka memutuskan menyelidikinya.
Ia membawa kamera, drone, dan dua temannya.
Mereka berjalan mengikuti petunjuk warga hingga menemukan sebuah jalan setapak yang tidak tercantum di peta mana pun.
Di ujung jalan itu terdapat gapura tua tanpa tulisan.
Saat mereka melewatinya, drone yang terbang di atas langsung kehilangan kendali.
Layar monitor hanya menampilkan garis-garis putih.
"Kayak TV zaman dulu kehilangan siaran," kata salah satu temannya.
Mereka tertawa.
Lima menit kemudian, tidak ada lagi yang tertawa.
Kabut turun begitu cepat.
Padahal menurut ramalan cuaca malam itu cerah.
Raka mencoba menyalakan senter.
Nyala.
Mati.
Nyala.
Mati lagi.
Lalu terdengar suara langkah kaki.
Banyak sekali.
Seperti ratusan orang sedang berjalan mengelilingi mereka.
Masalahnya, tidak ada siapa-siapa.
Ketika kabut menipis, mereka melihat sesuatu di kejauhan.
Sebuah kota.
Lengkap dengan bangunan, lampu, dan jalan.
Padahal menurut peta, daerah itu hanyalah hutan.
"Sejak kapan ada kota di sini?" bisik Raka.
Tak ada yang bisa menjawab.
Mereka mendekat.
Semakin dekat.
Semakin jelas.
Namun anehnya, jarak menuju kota itu tidak pernah berkurang.
Seolah kota tersebut selalu berada tepat di depan mereka.
Satu kilometer.
Selalu satu kilometer.
Mereka berjalan hampir satu jam.
Tetapi kota itu tetap berada pada posisi yang sama.
Karena lelah, mereka memutuskan kembali.
Namun saat berbalik arah, jalan pulang menghilang.
Hutan yang tadi mereka lewati berubah menjadi hamparan tanah kosong.
Tidak ada pohon.
Tidak ada jejak kaki.
Tidak ada jalan.
Yang ada hanya tiang-tiang batu hitam berdiri berjajar seperti makam raksasa.
Di salah satu batu terdapat ukiran angka:
404
Teman Raka yang paling berani mendekat untuk memeriksa.
Begitu tangannya menyentuh batu itu, ia langsung membeku.
Bukan berubah menjadi es.
Melainkan diam.
Tatapannya kosong.
Seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain.
Tiga menit kemudian ia berkata pelan:
"Mereka masih menunggu..."
"Lalu siapa yang menunggu?" tanya Raka.
Temannya tidak menjawab.
Ia hanya terus menatap ke arah kota misterius tersebut.
Malam semakin larut.
Persediaan baterai habis.
Mereka mulai panik.
Tiba-tiba terdengar suara sirene panjang dari arah kota.
Lampu-lampu menyala bersamaan.
Dan untuk sesaat mereka melihat sosok-sosok berjalan di jalanan kota itu.
Semuanya berpakaian hitam.
Tidak ada wajah.
Hanya bayangan.
Kemudian terdengar suara dari pengeras suara.
Suaranya pecah seperti radio rusak.
"Area belum ditemukan..."
"Area belum ditemukan..."
"Area belum ditemukan..."
Kalimat itu terus berulang.
Raka memutuskan merekam suara tersebut.
Namun ketika memeriksa hasil rekaman, yang terdengar hanya satu kalimat:
"Jangan cari kami."
Tak lama kemudian tanah mulai bergetar.
Kabut kembali turun.
Dan semuanya berubah gelap.
Keesokan paginya mereka terbangun di pinggir desa.
Semua peralatan masih ada.
Kecuali satu hal.
Rekaman video semalam hilang.
Tidak terhapus.
Tidak rusak.
File itu tidak pernah tercatat ada.
Seolah belum pernah direkam.
Yang tersisa hanya satu foto.
Foto kabur sebuah batu hitam.
Di permukaannya terlihat angka samar:
404
Sampai hari ini tidak ada yang tahu apa sebenarnya Area 404.
Sebagian percaya itu kota gaib.
Sebagian menganggapnya fenomena dimensi yang belum dipahami.
Dan sebagian lagi yakin tempat itu hanyalah legenda.
Namun para warga sekitar memiliki satu pesan yang selalu mereka sampaikan kepada pendatang:
> "Kalau suatu malam kamu menemukan jalan yang tidak ada di peta, jangan pernah mengikuti kabutnya. Karena bisa jadi kamu sedang menuju Area 404... tempat yang tidak ingin ditemukan." 👁️🌫️
